Advertisement

Jumat, 12 Juli 2024

Jadwal Pelajaran Semester Ganjil 2024-2025

 













 


semangat belajar....!

Kamis, 11 Juli 2024

PERANGKAT AJAR SDIT NURUL ISLAM KLAKAH



Bagi pengunjung yang ingin memperoleh perangkat SDIT Nurul Islam Klakah silahkan MINTA AKSES terlebih dahulu saat masuk drive ke 085859923904


PERANGKAT AJAR LAMA

Rabu, 22 November 2023

PENDAFTARAN INDEN

 
Sekolah menyediakan kuota PPDB sebanyak 66 pagu dengan mempertimbangkan :
1. Nomor urut pendaftaran
2. Usia
3. Kesiapan belajar berdasarkan hasil psikotest

Bagi siswa yang dinyatakan diterima, selanjutnya wajib melakukan daftar ulang, bagi siswa yang tidak melakukan daftar ulang sampai dengan batas waktu yang ditentukan maka dinyatakan mengundurkan diri adan akan digantikan oleh pendaftar selanjutnya.
Pendaftaran akan ditutup sewaktu-waktu apabila kuota maksimal sudah terpenuhi


Klakah, 2 Juli 2024
Kepala SDIT Nurul Islam Klakah


Iqbal Abdur Rofiq, S.Pd.

Kamis, 13 Juli 2023

JADWAL PELAJARAN SDIT NURUL ISLAM KLAKAH 2023-2024

Silahkan klik JPG yang membutuhkan file dalam format foto, klik PDF untuk yang membutuhkan dalam file pdf

KELAS 1A    JPG    PDF
KELAS 1B    JPG    PDF
KELAS 1C    JPG    PDF

KELAS 2A    JPG    PDF
KELAS 2B    JPG    PDF
KELAS 2C    JPG    PDF

KELAS 3A    JPG    PDF
KELAS 3B    JPG    PDF
KELAS 3C    JPG    PDF

KELAS 4A    JPG    PDF
KELAS 4B    JPG    PDF

KELAS 5A    JPG    PDF
KELAS 5B    JPG    PDF

KELAS 6A    JPG    PDF
KELAS 6B    JPG    PDF






Rabu, 02 November 2022

SURVEY TERBARU

Rabu, 28 September 2022

SEPENGGAL KISAH MILIK KAMI

SDIT Nuris Klakah, sekolah yang dahulu pernah menjadi tempatku bersama teman-teman dalam  merangkai masa depan, dan menciptakan kenangan. Namun keadaannya tidaklah sama seperti saat ini.



Kala itu, SDIT Nuris Klakah masih dianggap sebagai Sekolah Dasar berbasis Islam yang belum mampu mengungguli sekolah lain di kecamatan Klakah. Sekolahku saat itu belum ada apa-apanya jika semisal harus dibandingkan dengan sekolah dasar lain, bahkan tidak banyak orang yang mau mempertimbangkannya. Istilah sederhananya SDIT Nuris Klakah dahulu dipandang sebelah mata tanpa terkecuali.tidak se-luar biasa, seperti saat ini.

Yang kuingat betul pada saat hujan lebat mengguyur, halaman sekolah menjadi becek, dan licin karena belum berpaving. Tak jarang air hujan akan menggenang seperti sebuah kolam raksasa. Kadang Aku dan teman-teman tidak segan-segan untuk bermain air di kolam raksasa tersebut, bahkan ada yang sampai rela melepas sepatunya, dan memingkis celana hingga selutut.

Selain itu, bangunan sekolahnya pada zamanku tergolong masih sangat sederhana. Hanya terdiri dari beberapa bangunan ruang kelas sempit yang dibangun secara berjajar, dengan satu bangunan kantin sekolah yang berdiri di tengah halaman dengan naungan pohon mangga besar yang amat rindang.

Kemudian terdapat dua bangunan lain yang di multifungsikan sebagai ruang perpustakaan sekaligus sebagai ruang guru. Ruangan lainnya juga disekat untuk digunakan sebagai ruang kantor serta UKS para siswa.

Masih sangat kuingat dengan amat jelas bagaimana kondisi ruangan kelas yang saat itu menjadi tempatku bersama teman-teman dalam menimba ilmu. Pada sebagian sisi dindingnya sudah mulai terlihat pudar dan catnya sudah banyak yang mengelupas berpadu dengan coretan – coretan tangan kreatif dari teman-teman.

Ada pula tempelan kertas-kertas hasta karya dari diriku bersama teman-teman yang memang sengaja di pajang di sepanjang salah satu permukaan dinding. Semakin menambah kesan unik dan aesthetic.

Sedangkan untuk meja juga kursi kayu yang kebanyakan berbeda warna tersusun rapi, di pinggir ruangan,membentuk letter ‘U’. Jumlahnya hanya sekitar 22 buah, disesuaikan dengan jumlah siswa pada angkatanku saat itu.

Sebuah whiteboard dengan rangka kayu berdiri tegak di depan ruang kelas. Di sampingya terdapat meja guru yang bersanding dengan almari kayu di pojok ruangan.

Untuk teras kelas sendiri, saat itu hanya terpatok sebuah rak sepatu kayu bertingkat empat dan juga sebuah keranjang sampah plastik yang berjajar tepat di sampingnya.

Di halaman depan kelas, masih sangat kosong atau mungkin boleh dibilang sangat gersang. Hanya ada segelintir tanaman berpolybag dan tanaman rambat liar yang dibiarkan menjalar sembarang pada dinding pembatas di belakang kantin.

Meskipun SDIT NUris klakah pada saat itu sangatlah terbatas dan juga sederhana. Tetapi semangatku bersama teman-teman untuk menggali ilmu tidak pernah kendor. Jiwaku dan teman-teman seakan tergembleng agar terus berkembang menuju arah yang lebih baik lagi,  sehingga mampu mendorong tekad yang kuat dalam menyumbangkan segenap ragam prestasi.

Selama kurun waktu enam tahun, Aku bersama teman-teman mengenyam pendidikan di SDIT. Tak pernah luput akidah terpupuk subur hingga dapat menjadi panutan yang baik di lingkungan masyarakat sekitar, berkat keikhlasan, kesabaran, ketulusan yang tiada banding dari para Astidz.

Bagiku khususnya, SDIT Nuris Klakah akan selalu menjadi nomer satu di hati. Terlebih dengan semua kenangan yang pernah terukir erat, di setiap sudut sekolah. Seperti halnya kenangan seru, ketika aku dan teman-teman mempelajari Al-Quran di bawah rindangnya pohon mangga halaman sekolah. Dengan hanya berbekal alas banner tak terpakai dan kardus bekas yang ditata layaknya sebuah karpet, Aku dan teman-teman menghafalkan satu per satu ayat al quran dengan semangat berapi-api.

Itulah ceritaku bersama teman-teman dengan SDIT Nuris Klakah yang dulu.

Lain hal ceritanya jika dibandingkan dengan SDIT Nuris Klakah yang sekarang.

Kini, sekolah tercintaku sudah banyak mengalami berbagai perubahan, baik dari bangunan kelasnya yang lebih bagus, dan bertingkat dua pula. Di sekelilingnya juga terdapat tumbuhan hijau yang rimbun terawat dan sangat elok dipandang. Sebuah gazebo terbuka yang amat sejuk nan asri, serta ruang laboratorium sains-komputer juga sudah ikut melengkapi prasarana di sdit Nuris saat ini…..Sungguh super fantastis. Kurikulum pembelajarannya pun tentu semakin bermutu, kreatif dan inovatif.

Alhamdulillah, Aku sebagai perwakilan dari Alumni kedua SDIT Nuris Klakah turut merasa bangga sekaligus haru akan perkembangan yang begitu pesat.  Terlebih lagi, sudah banyak sekali piagam prestasi dari berbagai bidang studi, menghiasi kabinet kaca depan kantor sekolah.

Berjaya-lah selalu SDIT-Ku.

Teruslah mencetak generasi-generasi muda yang cerdas dan berakhlaq mulia. Agar kelak nanti, dapat  melanjutkan dakwah ummat.

( Salam Rindu Dari Kami - Alumni Angkatan Kedua Thn.2017 )

Senin, 25 Juli 2022

FORM SUPERVISI GURU

Jumat, 24 Juni 2022

Jadwal Pelajaran kelas 1 Sampai Kelas 6 Tahun ajaran 2022-2023

 


















Selasa, 24 Mei 2022

TOLERANSI KEBERAGAMAN
SDIT Nurul Islam Klakah dengan SD Kristen Pelangi Kasih Berkolaborasi

WONOREJO, Radar Semeru – Expo Pendidikan 2022 yang diadakan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Lumajang membuat semua lembaga pendidikan di Lumajang full senyum. Tidak hanya itu, ada banyak cerita menarik selama kegiatan yang berakhir kemarin sore. Salah satunya, kerukunan antarumat beragama yang terbangun kuat.

Hal itu terlihat dari stand pameran SDIT Nurul Islam (Nuris) Klakah dan SD Kristen Pelangi Kasih Pasirian yang banyak menarik perhatian pengunjung. Sekilas, tidak ada yang berbeda dengan stand lembaga pendidikan atau peserta lainnya. Sama-sama ingin menunjukkan prestasi lembaganya masing-masing. Namun, berbeda dengan kedua sekolah penggerak ini, keduanya tampak berkolaborasi.

Kepala SDIT Nuris Klakah Iqbal Abdur Rofiq mengatakan, dalam memajukan lembaga pendidikan tidak hanya bicara tentang kompetisi, tetapi juga kolaborasi. Salah satu bentuk kolaborasi itu adalah dengan menjadikan dua stand pameran yang terpisah menjadi satu stand yang saling menguatkan.

“Kami memang difasilitasi untuk menunjukkan prestasi dan inovasi yang dimiliki masing-masing sekolah. Tetapi untuk menunjukkan semua itu kami dengan SD Kristen Pelangi Kasih Pasirian tidak berkompetisi. Kami masih bisa menggunakan satu stand tanpa sekat untuk menampilkan prestasi kami,” katanya.

Mulanya, tidak ada rencana untuk menyatukan kedua stand itu. Tetapi, karena lokasinya berdekatan, kedua lembaga itu sepakat batas stand dihilangkan. “Ide ini muncul ketika setting tempat. Akhirnya tidak usah diberi sekat. Dari sini, kami ingin menunjukkan ke warga yang datang, inilah kerukunan antarumat beragama. Kami bisa berkolaborasi,” tambahnya.

Kepala SD Kristen Pelangi Kasih Pasirian Rurut Kristina mengatakan, meskipun tata cara dalam berdoa berbeda, kedua lembaga mampu bekerja sama dalam memajukan pendidikan. “Kedua stand pameran ini sudah nampak seolah menjadi Dwi Tunggal sejak awal pameran,” pungkasnya (son)